Portal antologi UPI

EDUJAPAN

Antologi Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang

« Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

ANALISIS HUBUNGAN MAKNA LEKSIKAL DAN MAKNA IDIOMATIKAL KANYOUKU DALAM BAHASA JEPANG YANG MENGGUNAKAN KATA SHITA (?)

YUSZAR GUSTRIAINI
yuszargustriaini@gmail.com
Drs. H. Sudjianto, M. Hum.
Dr. Herniwati, M. Hum.

Abstrak
Kanyouku adalah gabungan dua kata atau lebih yang penggabungannya sudah ditetapkan dan membentuk sebuah makna khusus yang tidak dapat dipahami dari definisi gabungan kata tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya pemahaman tentang idiom (kanyouku) yang menjadi salah satu kesulitan tersendiri bagi pembelajar bahasa Jepang. Hal ini juga sering menyebabkan salah persepsi dalam memahami makna kanyouku yang sebenarnya. Untuk memahami makna kanyouku yang sebenarnya, maka pembelajar harus memahami makna leksikal dan makna idiomatikal dari kanyouku tersebut. Dalam penelitian ini penulis menitikberatkan kanyouku yang menggunakan kata shita (?). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif, yaitu menjabarkan, menggambarkan suatu fenomena dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah mengenai hubungan antar makna kanyouku. Penelitian ini bersifat kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 11 buah kanyouku yang menggunakan kata shita. Berdasarkan klasifikasi menurut Reikai Kanyouku Jiten, 2 buah kanyouku termasuk ke dalam kanjou, kankaku o arawasu kanyouku, 7 buah kanyouku termasuk ke dalam karada, seikaku, taidou o arawasu kanyouku, dan 2 buah kanyouku termasuk ke dalam koui, dousa, koudou o arawasu kanyouku. Berdasarkan hubungan antar maknanya, ada 10 buah kanyouku yang memiliki hubungan antar makna, 4 diantaranya memiliki perluasan makna secara metafora, 6 buah kanyouku memiliki perluasan makna secara metonimi, dan tidak ada kanyouku yang memiliki perluasan makna secara sinekdoke.
Kata kunci : idiom, shita


Abstract

Keyword :

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share it

© Universitas Pendidikan Indonesia 2014.