Portal antologi UPI

EDUJAPAN

Antologi Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang

« Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

Analisis Kontrastif Ninshoo Daimeishi dalam Bahasa Jepang dengan Kecap Sulur dalam Bahasa Sunda

Raden Citra Mirasati
rdcitramirasati@gmail.com
Drs. Aep Saeful Bachri, M.Pd.
Drs. H. Sudjianto, M.Hum.

Abstrak
Di dalam bahasa Jepang penggunaan pronomina persona yang digunakan untuk menunjuk seseorang tanpa menyebutkan nama disebut ninshoo daimeishi atau kecap sulur di dalam bahasa Sunda. Penggunaan pronomina persona di dalam bahasa Jepang dan bahasa Sunda sangat bervariasi, dilihat dari siapa penutur dan siapa lawan bicara. pronomina persona ini merupakan hal yang menarik untuk dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang. Akan tetapi kurangnya referensi akan hal ini menyebabkan banyaknya penyimpangan dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan penggunaan ninshoo daimeishi dalam bahasa Jepang dan kecap sulur dalam bahasa Sunda, fungsi dalam konteks penggunaannya, serta menemukan persamaan dan perbedaannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kontrastif yang menganalisis sumber data dari berbagai contoh kalimat dalam dialog yang diperoleh dari drama Jepang yang berjudul Bitter Blood (???????) dan farce Sunda berjudul Cangehgar. Hasil penelitian ini menunjukan pentingnya penggunaan pronomina persona dalam kehidupan sehari-hari. Makna dan penggunan ninshoo daimeishi dalam bahasa Jepang memiliki banyak kesamaan dengan kecap sulur dalam bahasa Sunda. Hasil analisis data menemukan 18 jenis ninshoo daimeishi dan 15 jenis kecap sulur. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat 17 pronomina persona yang memiliki persamaan makna dan penggunaan. Terdapat juga bermacam-macam fungsi penggunaan seperti sebagai bentuk penghormatan, menyatakan penegasan, menunjukkan kesan akrab, maskulin, kasar, tidak sopan, merendahkan atau menyatakan kekesalan yang dilihat dari sisi penggunaan konteksnya.
Kata kunci : pronomina persona, ninshoo daimeishi, kecap sulur, analisis kontrastif


Abstract
In Japanese language, personal pronoun which is used for appointing someone anonymously is called ninshoo daimeishi, while in sundanese one it is called as kecap sulur. The use of personal pronoun both in Japanese and Sundanese language are very diverse, it seen from the speaker and the hearer. The personal pronoun is an interesting subject to learn by the Japanese language student. However, the lack of references will cause a huge number of violation in its use. The aim of this research are to know the meaning and the application of ninshoo daimeishi in Japanese and kecap sulur in Sundanese one, the function its context, and to find out its differences and similiarities. The method which is used in this research is the descriptive analysis method which is analyzed the data from the various sentences on the Japanese drama?s dialogue entitled Bitter Blood (???????) and Sundanese farce entitled Cangehgar. The result of this research show that personal pronoun is important to be used in the daily life. The meaning of the use of ninshoo daimeishi has a lot of similiarities with kecap sulur from the Sundanese. The result of the data analysis finds out 18 kinds of ninshoo daimeishi and 15 kinds of kecap sulur. Based on that result, it can conclude that there are 15 personal pronoun which how the similar meaning and application. Besides, there are various kinds of its application function, such as to show the respect, to express affirmation, familiarity, masculine, rude, impolite, degrade or expressed resentment that seen from its context.
Keyword : personal pronoun, ninshoo daimeishi, kecap sulur, contrastive analysis

Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share it

© Universitas Pendidikan Indonesia 2014.