Portal antologi UPI

Geography Education Anthology

Antologi Program Studi Pendidikan Geografi

« Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PERKEBUNAN TEH RAKYAT DI KECAMATAN DARANGDAN KABUPATEN PURWAKARTA

A. Ginanjar
4ch34d@gmail.com
E. Ningrum
eponningrum@upi.edu
L. Somantri
lilisomantri@upi.edu

Abstrak
Kecamatan Darangdan merupakan salah satu dari lokasi perkebunan teh di Kabupaten Purwakarta. Perkebunan yang berada di wilayah ini di kelola oleh rakyat dengan luas perkebunan teh seluas 1.844,94 Ha. Berdasarkan data sensus pertanian BPS jumlah petani teh berjumlah sebanyak 1.184. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani teh berdasarkan indikator BPS tahun 2005 yang meliputi pendapatan pengeluaran anggota keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan menyekolahkan anak dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi.
Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat petani teh di Kecamatan Darangdan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 92 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sample random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yang meliputi pendapatan, pengeluaran anggota keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan, kemudahan menyekolahkan anak dan kemudahan mendapatkan fasilitas transportasi dan variabel terikatnya yaitu tingkat kesejahteraan. Instrumen penelitian menggunakan angket dan pengolahan datanya menggunakan skoring.
Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani teh rendah dengan pengeluaran keluarga yang cukup tinggi, sebagian besar petani teh tinggal di rumah permanen dengan fasilitas lengkap, dilihat dari segi kesehatannya sebagian besar kesehatan anggota keluarga petani teh memiliki kesehatan yang cukup bagus dan cukup mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, dalam hal pendidikan anak petani teh merasa cukup mudah dalam menyekolahkan anak tetapi cukup kesulitan dalam mendapatkan fasilitas transportasi. Jika diukur secara keseluruhan dari delapan indikator kesejahteraan petani teh ini sebagian besar petani teh memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi dan sebagian lagi memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah.
Kata kunci : Perkebunan teh rakyat, Kesejahteraan


Abstract
Darangdan is sub-district one of the locations of tea plantations in Purwakarta. Plantation in this area is managed by people with extensive tea plantations covering an area of 1844.94 ha. Based on BPS agricultural census data, the number of tea farmers amounted to as much as 1,184. The purpose of this study to determine the level of welfare of farmers tea BPS 2005 based on indicators which include revenue expenditure family members, place of residence, residential facilities, the health of family members, access to health care, convenience and ease of getting to send children transport facilities.
This research method used is descriptive method. The study population was the whole community in the District of tea farmers Darangdan. Samples in this study amounted to 92 farmers. The sampling technique used was purposive sample random sampling. The research variables consist of independent variables which include income, expenses of family members, place of residence, residential facilities, the health of family members, access to health care, convenience and ease of getting to send children transport facilities and the dependent variable is the level of welfare. The research instrument used questionnaire and data processing using the scoring.
The results showed income of tea farmers low with family expenses are high enough, the majority of tea farmers live in permanent homes with full facilities, in terms of health most of the health of family members of farmers tea has health is pretty good and fairly easy to get health care, in education of children of tea farmers find it quite easy to send children but considerable difficulty in getting transport facilities. If measured as a whole of the eight indicators of wellbeing tea farmers are mostly tea farmers have a high level of welfare and some of them have a low level of welfare.
Keyword : folk tea plantations, Welfare.

Fulltext       Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share it

© Universitas Pendidikan Indonesia 2014.