Portal antologi UPI

Geography Education Anthology

Antologi Program Studi Pendidikan Geografi

« Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

TINGKAT KEKUMUHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN TAMBORA JAKARTA BARAT

Ambarwati
ambarw866@gmail.com
D. Sugandi
dedesugandi@upi.edu
D. Sungkawa
dadangsungkawa@upi.edu

Abstrak
Kecamatan Tambora memiliki luas wilayah539, 84 Ha, dengan jumlah penduduk 267. 273 jiwa dan 95.222 KK. Kecamatan ini rentan terhadap masalah sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk tingkat kekumuhan di Kecamatan Tambora. Metode yang digunakan deskriptif dan pengambilan data dengan teknik survey. Populasi manusia dan wilayah meliputi seluruh warga Kecamatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 responden dari 11 Kelurahan. Analisis menggunakan presentase dan pembobotan berdasarkan kriteria tingkat kekumuhan DisTarCip Tahun 2002. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi fisik bangunan, sanitasi, sistem drainase, ruang terbuka masih rendah. Kondisi sosial-ekonomi seperti kesehatan terbilang cukup baik. Berdasarkan pembobotan tingkat kekumuhan, Kecamatan Tambora berada pada kategori sedang yaitu 2,9. Faktor yang menjadikan Kecamatan Tambora menjadi kumuh adalah faktor lokasi, kondisi bangunan, kondisi sarana dan prasarana dan kesejahteraan penduduk.
Kata kunci : tingkat kekumuhan, kondisi fisik, kondisi sosial


Abstract
Tambora is a housing area which has the most crowd in. Tambora had around 267.273 people and 95.222 households. People in this area faced some problem like; low income, low education, potential firetrap, and high poverty. Those social problems made some people to do a research there. Method of this research was descriptive research by using survey for getting data. The subject of this research were population of the people and area in Tambora. The data of this research was analized by using percentage and measurement based on slum level criteria DisTarCip 2002. Result of this research showed that physical building and public facilities, like clean water, sanitation, drainage, open area are low in Tambora. In the other side, social-economies were good, like society, health and economic growth. Based on the slum level criteria, Tambora was in average level which was 2,9.
Keyword : slum, physical condition, social condition, slum level

Fulltext       Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share it

© Universitas Pendidikan Indonesia 2014.