Portal antologi UPI

Geography Education Anthology

Antologi Program Studi Pendidikan Geografi

« Volume 4, Nomor 2, Agustus 2016

SEBARAN NILAI LAHAN TAHUN 2009 - 2014 DI KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG

N. Anggraini
novita.anggraini77@gmail.com
Darsiharjo
darsiharjo@upi.edu
Jupri
jupri@upi.edu

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan kenaikan harga lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survei dimana pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh yaitu semua kelurahan dijadikan sampel dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi literatur. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik non-probabilitas dengan quota random sampling. Variabel penelitian meliputi variabel bebas diantaranya yaitu faktor fisik, faktor ekonomi, faktor sosial, faktor pemerintah, aksesibilitas, ketersediaan fasilitas dan variabel terikat yaitu sebaran nilai lahan tahun 2009-2014 dan faktor dominan yang mempengaruhi nilai lahan. Teknik analisa data digunakan analisis data persentase kemudian untuk mengetahui faktor dominan apa saja yang menyebabkan kenaikan harga lahan dibuat 5 klasifikasi dari interval selisih harga lahan minimum dan maksimum.Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah yang mengalami kenaikan persentase harga lahan yang paling tinggi yaitu Kelurahan Katapang hal ini disebabkan karena kelurahan Katapang memiliki jumlah kepadatan penduduk yang masih sedikit, aksesibilitas yang mudah dan terjangkau, serta ketersediaan fasilitas yang lebih memadai. Sedangkan untuk daerah yang mengalami kenaikan harga lahan yang rendah yaitu daerah Kelurahan Pangauban, hal ini dikarenakan daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, lebar jalan yang sempit dan ketersediaan fasilitas yang kurang memadai berdampak kepada kenaikan harga lahan yang tidak terlalu signifikan.
Kata kunci : Sebaran, Nilai Lahan, Faktor Dominan


Abstract
This Research aims was to understand the dominant factor of the increasing land value in Katapang District of Kabupaten Bandung. This research was carried out by survey method, samples of villages collected by census sampling method and data collection technique used observation technique, intreview technique and literature study. Non-probability technique with quota random sampling was used to collect data from responder. This research applied physical factor, economical factor, social factor, govermental factor, accesibility factor, and availability facilities factor as independent variables, and distribution of 2009 – 2014 land values as dependent variables. Percentage data analysis was used to analysis the data. Determination of the dominant factor of increasing land value used 5 (five) classification of maximum and minumum land value difference interval. The result showed that the highest percentage increasing land value occure in Katapang Village, its caused by lowest population density, easy and affordable acessibility, and adequate avaibility of facilities. Meanwhile the lowset percentage increasing land value occure in Pangauban Village, its cauesd by highest population density, narrow road (limited accessibility) and inadequate avaibility of facilities which made the increasing land value not signifcant.
Keyword : Distribution, Land Value, Dominant Factor

Fulltext       Abstrak DOC       Abstrak PDF       Send to email      Print      Share it

© Universitas Pendidikan Indonesia 2014.